MANADO — Momentum ujian akhir atau sidang skripsi selalu menjadi indikator penting dalam mengukur arah riset dan perkembangan intelektual mahasiswa di perguruan tinggi. Pada Rabu, 20 Mei 2026, pelaksanaan ujian akhir/ujian skripsi. menunjukkan sebuah pencapaian akademik yang krusial, Ruang sidang bertembok merah hari itu menjadi saksi lahirnya pemikiran-pemikiran kritis baru yang mencoba membedah realitas sosial serta tradisi Nusantara yang kompleks.
Ujian yang berlangsung secara tatap muka ini berjalan dengan sangat kondusif, tertib, dan disiplin. Sidang kali ini menarik perhatian karena keberagaman metodologi dan kedalaman objek riset yang diangkat oleh para peserta ujian, yang berfokus pada dinamika sosial perkotaan serta pelestarian adat istiadat Nusantara.
Rincian Data Mahasiswa dan Judul Penelitian
Dalam sidang akademik tersebut, terdapat tiga mahasiswa yang memaparkan laporan hasil penelitian mandiri mereka di hadapan dewan penguji:
1. Nama : Theophanny Vicaristy Towely
NIM: 220811070003
Judul : Komunitas Mahasiswa Pengagum Musik Rock di Universitas Sam Ratulangi Kota Manado
Kontribusi Akademis: Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam kajian sosiologi kepemudaan dan subkultur kontemporer, dengan menganalisis bagaimana musik cadas bertindak sebagai pengikat solidaritas sosial di lingkungan kampus.
2. Nama : Lia Garanta
Nim : 220811070021
Judul : Makna Simbolik Tradisi Ma’Pakande Tomate dalam Kehidupan Masyarakat Toraja di Kelurahan Ba’tan Panga Kecamatan Kesu Kabupaten Toraja Utara
Kontribusi Akademis: Riset berbasis antropologi murni ini berhasil mendokumentasikan dan membedah secara semiotik mengenai simbol-simbol transendental dalam ritual penghormatan leluhur pada masyarakat Toraja Utara yang masih eksis di era modern.
3. Nama : Kasih Aprilia Silaen
Nim : 220811070008
Judul : Tradisi Mangupa upa Malua Pada masyarakat Batak Toba di kelurahan Lima Puluh Kota Kabupaten Batu Bara
Kontribusi Akademis: Studi ini memperkaya khazanah studi etnografi mengenai bagaimana masyarakat urban atau perantauan (Batak Toba di Kabupaten Batu Bara) mempertahankan ritus siklus hidup (life-cycle ritual) sebagai bentuk pertahanan identitas budaya.

Suasana Jalannya Sidang Akademik
Merujuk pada dokumentasi visual di lokasi, jalannya ujian akhir ini menerapkan standar akademis yang ketat. Para mahasiswa hadir mengenakan pakaian formal sidang—kemeja putih, jas, dan dasi hitam—serta berdiri tegak mempresentasikan materi menggunakan bantuan proyektor digital.
Di sisi lain, dewan penguji yang terdiri dari para dosen senior tampak cermat menyisir lembar demi lembar berkas skripsi, memberikan pertanyaan kritis, serta masukan konstruktif untuk penyempurnaan riset para mahasiswa tersebut. Ruang sidang yang didominasi warna merah ini menjadi saksi bisu perjuangan akhir para mahasiswa dalam menyelesaikan masa studinya.
Sidang berjalan dengan lancar dan tertib, menandai satu langkah penting bagi para peserta dalam menyongsong kelulusan dan menyandang gelar akademis yang baru.
#ujianskripsi #UNSRATmanado #Antropologiunsrat #Fakultasilmusosialdanilmupolitik #fisipunsrat