Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

mail@gmail.com

+62 8123456789

FGD KONEKSI-BaKTI Perkuat Jejaring Peneliti Indonesia Timur di Sulawesi Utara

Manado Yayasan BaKTI bersama Program KONEKSI menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) KONEKSI’s Support to Eastern Indonesia Researchers Network di Manado, 15 Agustus 2024. Forum ini menjadi ruang bagi para peneliti di Sulawesi Utara untuk memperkuat jejaring, berbagi pengalaman riset, dan membahas peluang kolaborasi dalam menjawab isu-isu strategis daerah.

Kegiatan ini menghadirkan peneliti dari berbagai perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta. Dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman yang beragam, para peserta berdiskusi mengenai pentingnya kerja sama lintas disiplin dalam membangun ekosistem penelitian yang lebih kuat di Kawasan Timur Indonesia.

FGD tersebut difasilitasi oleh Dr. Ferry Daud Liando, M.Si., akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi. Dalam forum ini, turut hadir dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Sam Ratulangi, sebagai peserta diskusi.

Melalui pendekatan partisipatif, peserta diajak mengidentifikasi berbagai persoalan yang menjadi perhatian di Sulawesi Utara. Isu yang mengemuka antara lain pembangunan wilayah pesisir dan kepulauan, kesehatan masyarakat, stunting, pariwisata berkelanjutan, inovasi pemerintahan daerah, pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, perlindungan masyarakat adat, serta pemberdayaan kelompok rentan.

Berbagai isu tersebut dibahas untuk melihat peluang kontribusi penelitian dalam mendukung pembangunan daerah. FGD ini tidak hanya menjadi ruang pemetaan masalah, tetapi juga menjadi forum untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan potensi kerja sama antarpeneliti.

Salah satu perhatian dalam diskusi adalah pentingnya perspektif Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) dalam penelitian. Perspektif ini mendorong peneliti untuk melihat persoalan pembangunan secara lebih inklusif, terutama dengan memperhatikan kelompok yang berisiko tertinggal, seperti perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat adat, masyarakat pesisir, dan kelompok marginal lainnya.

Suasana diskusi kelompok dalam FGD KONEKSI-BaKTI yang membahas isu strategis daerah dan peluang kolaborasi riset di Sulawesi Utara

Selain membahas isu daerah, peserta juga berbagi pengalaman mengenai penelitian kolaboratif. Dalam diskusi tersebut, kolaborasi dipandang sebagai salah satu cara untuk memperkaya pendekatan penelitian, memperluas akses pengetahuan, dan menghasilkan rekomendasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, peserta juga menyoroti sejumlah tantangan dalam membangun kerja sama riset, antara lain perbedaan latar belakang keilmuan, koordinasi lintas institusi, keterbatasan pendanaan, manajemen waktu, serta kebutuhan untuk menjaga komunikasi yang berkelanjutan. Tantangan tersebut menunjukkan pentingnya wadah bersama yang mampu menghubungkan peneliti dari berbagai lembaga dan disiplin ilmu.

Salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah menguatnya komitmen untuk membangun Jaringan Peneliti Indonesia Timur sebagai ruang kolaborasi lintas institusi. Jejaring ini diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan, pengembangan riset bersama, serta perluasan kerja sama penelitian di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Dengan menggunakan Sulawesi Utara sebagai konteks pembahasan, FGD ini menjadi lebih dekat dengan persoalan nyata di daerah. Peserta dapat melihat bagaimana isu lokal dapat dikembangkan menjadi agenda riset bersama dan diarahkan untuk mendukung pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pengetahuan.

Bagi Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Unsrat, keterlibatan dalam forum seperti ini memiliki relevansi dengan pengembangan kajian administrasi publik, kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, pembangunan daerah, pelayanan publik, serta kolaborasi antarlembaga. Kegiatan ini juga membuka ruang bagi akademisi untuk memperluas jejaring dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.

FGD KONEKSI-BaKTI ini menegaskan pentingnya jejaring peneliti yang aktif, terbuka, dan berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia. Melalui jejaring yang kuat, hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses penyelesaian persoalan masyarakat dan pembangunan daerah.

 

Oleh: Anggita Chairiah

Scroll to Top