Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Berita

Berita - Ilmu Administrasi Negara

Workshop KONEKSI-BaKTI Dorong Peneliti Terjemahkan Riset Menjadi Policy Brief dan Rekomendasi Kebijakan

Makassar – Yayasan BaKTI bersama Program KONEKSI menyelenggarakan Workshop Developing Policy Briefs, Papers, and Infographics Advocacy bagi anggota Jaringan Peneliti Kawasan Timur Indonesia di Makassar. Kegiatan yang berlangsung pada 24 dan 25 Juni 2026 ini memperkuat kapasitas peneliti dalam menerjemahkan hasil riset menjadi policy brief, policy paper, infografis advokasi, dan rekomendasi kebijakan yang mudah dipahami oleh pengambil keputusan. Workshop ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Analisis Kebijakan Publik dan Knowledge-to-Policy (K2P) yang telah diikuti sebelumnya. Jika pada tahap awal peserta belajar membaca dokumen perencanaan daerah dan mengidentifikasi celah penelitian, maka pada tahap ini peserta diarahkan untuk mengubah hasil analisis tersebut menjadi produk komunikasi kebijakan yang lebih konkret. Dalam kegiatan ini, peserta membawa hasil analisis kebijakan yang telah disusun sebelumnya sebagai bahan dasar. Hasil tersebut kemudian dikembangkan menjadi berbagai bentuk keluaran kebijakan, seperti policy brief, policy paper, dan infografis advokasi. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga langsung berlatih menyusun produk kebijakan yang relevan dengan isu riset masing-masing. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Katerina Bataha, S.AP., M.AP., dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Sam Ratulangi, sebagai peserta. Menurutnya, kemampuan menyusun policy brief penting dimiliki akademisi agar hasil penelitian dapat lebih mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh pengambil keputusan. “Kemampuan menerjemahkan temuan penelitian ke dalam bahasa yang sederhana dan relevan, misalnya melalui policy brief, dapat membantu memengaruhi proses pengambilan keputusan sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih berbasis bukti atau evidence-based policy,” ujarnya. Salah satu fokus utama workshop adalah penyusunan policy brief. Dokumen ini menjadi penting karena dapat merangkum masalah, bukti, pilihan kebijakan, dan rekomendasi dalam format yang singkat dan langsung pada inti persoalan. Melalui policy brief, hasil penelitian dapat disampaikan secara lebih praktis tanpa menghilangkan kekuatan data dan analisis. Selain policy brief, peserta juga mempelajari penyusunan policy paper sebagai dokumen yang lebih analitis dan mendalam. Materi ini membantu peserta menyusun argumen kebijakan yang kuat, berbasis bukti, serta tetap berorientasi pada penyelesaian masalah publikWorkshop ini juga . menekankan pentingnya infografis advokasi sebagai media komunikasi kebijakan yang lebih visual dan mudah menjangkau publik. Peserta diperkenalkan pada prinsip dasar visualisasi data, pemilihan grafik yang tepat, penyusunan pesan visual, serta cara membangun narasi kebijakan melalui data. Melalui pendekatan ini, hasil riset dapat dikemas menjadi informasi yang lebih mudah dibaca oleh berbagai kalangan, termasuk pemerintah, media, organisasi masyarakat sipil, dan publik umum. Kegiatan ini dirancang sebagai writing and production workshop. Karena itu, peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga mengikuti praktik penulisan, clinic writing, peer review, dan umpan balik langsung dari fasilitator. Proses tersebut membantu peserta memperbaiki struktur tulisan, memperjelas pesan utama, serta memperkuat rekomendasi kebijakan yang disusun. Perspektif Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) turut menjadi perhatian dalam penyusunan output kebijakan. Peserta diajak memastikan bahwa rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya berbasis data, tetapi juga memperhatikan kebutuhan kelompok yang berisiko tertinggal, seperti perempuan, penyandang disabilitas, kelompok miskin, masyarakat adat, masyarakat pesisir, dan kelompok rentan lainnya. Selain produksi dokumen, workshop juga membahas strategi agar policy brief dan produk kebijakan lainnya benar-benar sampai kepada pihak yang tepat. Peserta diajak memikirkan bagaimana rekomendasi riset dapat dibaca, dipahami, dan dipertimbangkan oleh pengambil keputusan, baik melalui mekanisme formal, jejaring informal, media lokal, maupun media sosial. Salah satu bagian penting dalam kegiatan ini adalah simulasi policy pitching. Melalui sesi tersebut, peserta berlatih menyampaikan gagasan kebijakan secara singkat, padat, dan meyakinkan kepada pengambil keputusan. Kemampuan ini menjadi penting karena peneliti sering kali harus menjelaskan temuan dan rekomendasi riset dalam waktu terbatas. Bagi Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Unsrat, kegiatan ini memiliki relevansi kuat dengan pengembangan kajian kebijakan publik, administrasi pembangunan, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan riset berbasis bukti. Kemampuan menyusun policy brief dan rekomendasi kebijakan menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi akademisi terhadap proses pengambilan keputusan publik. Workshop ini juga membuka ruang bagi peneliti untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, dan membangun kolaborasi lintas wilayah. Dalam konteks Kawasan Timur Indonesia, jejaring semacam ini penting karena banyak persoalan pembangunan membutuhkan kerja sama lintas disiplin, lintas institusi, dan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan lokal. Melalui kegiatan ini, para peneliti diharapkan semakin mampu menghasilkan produk kebijakan yang tajam, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan daerah. Hasil riset yang sebelumnya tersusun dalam laporan atau artikel akademik diharapkan dapat diterjemahkan menjadi policy brief, policy paper, infografis advokasi, dan strategi komunikasi kebijakan yang lebih berdampak. Workshop KONEKSI-BaKTI ini menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi dengan pembuat kebijakan merupakan bagian penting dari kerja akademik. Penelitian yang kuat perlu didukung dengan penyampaian yang tepat agar pengetahuan dapat bergerak dari ruang akademik menuju proses kebijakan publik yang lebih inklusif dan berbasis bukti. Oleh: Anggita Chairiah

Berita - Ilmu Administrasi Negara

FGD KONEKSI-BaKTI Perkuat Jejaring Peneliti Indonesia Timur di Sulawesi Utara

Manado – Yayasan BaKTI bersama Program KONEKSI menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) KONEKSI’s Support to Eastern Indonesia Researchers Network di Manado, 15 Agustus 2024. Forum ini menjadi ruang bagi para peneliti di Sulawesi Utara untuk memperkuat jejaring, berbagi pengalaman riset, dan membahas peluang kolaborasi dalam menjawab isu-isu strategis daerah. Kegiatan ini menghadirkan peneliti dari berbagai perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta. Dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman yang beragam, para peserta berdiskusi mengenai pentingnya kerja sama lintas disiplin dalam membangun ekosistem penelitian yang lebih kuat di Kawasan Timur Indonesia. FGD tersebut difasilitasi oleh Dr. Ferry Daud Liando, M.Si., akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi. Dalam forum ini, turut hadir dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Sam Ratulangi, sebagai peserta diskusi. Melalui pendekatan partisipatif, peserta diajak mengidentifikasi berbagai persoalan yang menjadi perhatian di Sulawesi Utara. Isu yang mengemuka antara lain pembangunan wilayah pesisir dan kepulauan, kesehatan masyarakat, stunting, pariwisata berkelanjutan, inovasi pemerintahan daerah, pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, perlindungan masyarakat adat, serta pemberdayaan kelompok rentan. Berbagai isu tersebut dibahas untuk melihat peluang kontribusi penelitian dalam mendukung pembangunan daerah. FGD ini tidak hanya menjadi ruang pemetaan masalah, tetapi juga menjadi forum untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan potensi kerja sama antarpeneliti. Salah satu perhatian dalam diskusi adalah pentingnya perspektif Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) dalam penelitian. Perspektif ini mendorong peneliti untuk melihat persoalan pembangunan secara lebih inklusif, terutama dengan memperhatikan kelompok yang berisiko tertinggal, seperti perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat adat, masyarakat pesisir, dan kelompok marginal lainnya. Suasana diskusi kelompok dalam FGD KONEKSI-BaKTI yang membahas isu strategis daerah dan peluang kolaborasi riset di Sulawesi Utara Selain membahas isu daerah, peserta juga berbagi pengalaman mengenai penelitian kolaboratif. Dalam diskusi tersebut, kolaborasi dipandang sebagai salah satu cara untuk memperkaya pendekatan penelitian, memperluas akses pengetahuan, dan menghasilkan rekomendasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Meski demikian, peserta juga menyoroti sejumlah tantangan dalam membangun kerja sama riset, antara lain perbedaan latar belakang keilmuan, koordinasi lintas institusi, keterbatasan pendanaan, manajemen waktu, serta kebutuhan untuk menjaga komunikasi yang berkelanjutan. Tantangan tersebut menunjukkan pentingnya wadah bersama yang mampu menghubungkan peneliti dari berbagai lembaga dan disiplin ilmu. Salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah menguatnya komitmen untuk membangun Jaringan Peneliti Indonesia Timur sebagai ruang kolaborasi lintas institusi. Jejaring ini diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan, pengembangan riset bersama, serta perluasan kerja sama penelitian di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Dengan menggunakan Sulawesi Utara sebagai konteks pembahasan, FGD ini menjadi lebih dekat dengan persoalan nyata di daerah. Peserta dapat melihat bagaimana isu lokal dapat dikembangkan menjadi agenda riset bersama dan diarahkan untuk mendukung pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pengetahuan. Bagi Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Unsrat, keterlibatan dalam forum seperti ini memiliki relevansi dengan pengembangan kajian administrasi publik, kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, pembangunan daerah, pelayanan publik, serta kolaborasi antarlembaga. Kegiatan ini juga membuka ruang bagi akademisi untuk memperluas jejaring dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. FGD KONEKSI-BaKTI ini menegaskan pentingnya jejaring peneliti yang aktif, terbuka, dan berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia. Melalui jejaring yang kuat, hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses penyelesaian persoalan masyarakat dan pembangunan daerah.   Oleh: Anggita Chairiah

Berita - Ilmu Administrasi Negara

Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP Unsrat Gelar KKL Bertema Inovasi dan Digitalisasi Pemasaran Produk Kerajinan

Dokumentasi Pelaksanaan KKL di Desa Tumaluntung 1 Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan atau KKL di Desa Tumaluntung Satu, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, pada Senin, 25 Mei 2026. KKL ini mengangkat tema “Optimalisasi Produk Kerajinan Tangan melalui Inovasi dan Digitalisasi Pemasaran di Desa Tumaluntung Satu”. Tema tersebut dipilih karena desa memiliki potensi produk kerajinan tangan yang dapat dikembangkan, baik dari sisi inovasi produk maupun strategi pemasaran. Pelaksanaan kegiatan ini berada di bawah koordinasi Ketua Panitia, Drs. Arie Junus Rorong, M.Si. Melalui KKL ini, mahasiswa diarahkan untuk melihat secara langsung potensi desa, memahami kebutuhan masyarakat, serta mengenali peluang pengembangan produk lokal. Salah satu perhatian dalam kegiatan ini adalah pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran. Platform seperti TikTok Shop by Tokopedia, Shopee, dan Instagram dapat menjadi contoh media yang relevan untuk memperluas promosi produk kerajinan tangan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, dosen pendamping, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi penting agar mahasiswa dapat memahami persoalan lapangan secara lebih utuh, terutama dalam konteks pemberdayaan masyarakat desa. Luaran yang ingin dicapai dari KKL ini adalah meningkatnya pemahaman mahasiswa mengenai potensi dan tantangan pengembangan produk lokal. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan gagasan awal terkait inovasi produk, pemanfaatan media digital, dan strategi pemasaran sederhana bagi kerajinan tangan masyarakat. Pelaksanaan KKL di Desa Tumaluntung Satu menjadi bagian dari upaya Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP Unsrat dalam memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman lapangan serta mengaitkan ilmu administrasi negara dengan kebutuhan pembangunan di tingkat desa. Oleh: Tim Penulis

Berita - Ilmu Administrasi Negara

Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP Unsrat Gelar Seminar Kepemimpinan, Mahasiswa Antusias Mendalami Neurosains dan Kebijakan Publik

Manado – Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menyelenggarakan Seminar Kepemimpinan bertema Integrasi Neurosains dalam Penyusunan Kebijakan Publik pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 09.00 WITA di Gedung Dekanat FISIP Unsrat Lantai 3. Kegiatan ini menghadirkan Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., S.H., M.H., CIPA, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), sebagai narasumber utama dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Unsrat. Seminar ini memberikan perspektif baru kepada mahasiswa mengenai hubungan antara neurosains, kepemimpinan, dan kebijakan publik. Dr. Taufiq menjelaskan bahwa pemahaman terhadap cara manusia berpikir, mengambil keputusan, dan merespons lingkungan sosial memiliki relevansi yang kuat dengan proses penyusunan kebijakan publik. Dalam materinya, ia menyoroti bahwa keputusan manusia tidak selalu didasarkan pada pertimbangan rasional. Emosi, pengalaman hidup, tekanan sosial, hingga tingkat stres dapat memengaruhi respons masyarakat terhadap suatu kebijakan. Karena itu, kebijakan publik perlu dirancang dengan mempertimbangkan kondisi psikologis dan sosial masyarakat agar lebih efektif dan mudah diterima. Mahasiswa mengikuti Seminar Kepemimpinan dengan antusias. Seminar juga membahas pentingnya membangun kepercayaan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurut Dr. Taufiq, tingkat kepercayaan masyarakat berpengaruh terhadap kepatuhan dan penerimaan terhadap kebijakan yang diterapkan. Selain itu, desain pelayanan, kemudahan akses, dan strategi komunikasi yang tepat dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat secara positif tanpa harus mengandalkan pendekatan yang bersifat memaksa. Melalui berbagai contoh yang disampaikan, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa neurosains dapat memberikan kontribusi penting dalam bidang kebijakan publik, komunikasi, birokrasi, politik, serta kepemimpinan yang lebih manusiawi dan efektif. Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Unsrat, Dr. Jericho Danga Pombengi, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa tema seminar ini sangat relevan bagi mahasiswa karena memberikan perspektif baru dalam memahami hubungan antara perilaku manusia dan kebijakan publik. Menurutnya, mahasiswa perlu memperluas perspektif keilmuan dan tidak hanya terpaku pada satu disiplin ilmu agar mampu memahami berbagai dinamika yang memengaruhi proses kebijakan publik. Dr. Jericho juga menyampaikan bahwa Program Studi Ilmu Administrasi Negara akan terus mendorong penyelenggaraan kegiatan akademik multidisiplin di masa mendatang. Selain memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa, kegiatan semacam ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan kompetensi pendukung, termasuk kemampuan public speaking dan komunikasi publik yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja maupun kepemimpinan. Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Unsrat berharap mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menjawab berbagai tantangan kebijakan publik, sekaligus meningkatkan kapasitas kepemimpinan mereka sebagai calon administrator dan pemimpin publik di masa depan.   Oleh: Anggita Chairiah

Berita - Ilmu Komunikasi

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Raih Prestasi dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah 2026

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unsrat melalui Kabinet Cakra Reformasi resmi mengumumkan para pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Jurusan Ilmu Komunikasi. Pengumuman apresiasi tersebut dirilis secara resmi pada Jumat, 05 Juni 2026. Kompetisi ilmiah ini diselenggarakan sebagai wadah bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk menuangkan gagasan kritis, solutif, dan inovatif terhadap berbagai fenomena sosial dan perkembangan media di era modern. Pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika yang telah berpartisipasi. Prestasi yang diraih oleh para pemenang diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan personal, tetapi juga pemantik semangat bagi mahasiswa lain. “Setiap gagasan besar selalu dimulai dari keberanian untuk berpikir dan menulis. Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang atas prestasi luar biasa yang telah diraih. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berpikir kritis, dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta masyarakat,” tulis perwakilan BEM FISIP Unsrat dalam rilis resminya. Selain memberikan selamat kepada para juara, panitia juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh peserta yang telah mengirimkan karya-karya terbaik mereka. Antusiasme yang tinggi dalam kompetisi tahun ini menunjukkan bahwa iklim akademik dan minat riset di lingkungan Jurusan Ilmu Komunikasi terus tumbuh dengan positif.

Berita - Sosiologi

Kuliah Kerja Lapangan ke Desa Warukapas 2026

Jurusan Sosiologi Universitas Sam Ratulangi Laksanakan Kuliah Kerja Lapangan di Desa Warukapas Warukapas, 07 Mei 2026 — Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Warukapas pada Kamis, 07 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen Jurusan Sosiologi bersama mahasiswa sebagai bagian dari implementasi pembelajaran lapangan pada mata kuliah Sosiologi Industri dan Sosiologi Pembangunan. Kuliah Kerja Lapangan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa dalam memahami dinamika sosial masyarakat, transformasi ekonomi lokal, relasi industrial, serta proses pembangunan yang berlangsung di tingkat desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melakukan observasi langsung terhadap realitas sosial yang berkembang di masyarakat. Desa Warukapas dipilih sebagai lokasi Kuliah Kerja Lapangan karena memiliki karakteristik sosial-ekonomi yang relevan dengan substansi kedua mata kuliah tersebut. Desa ini dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki berbagai sektor ekonomi strategis, di antaranya usaha kolam perikanan, keberadaan perusahaan air minum Aquanesia, serta aktivitas pertambangan emas yang menjadi bagian dari dinamika pembangunan dan industri lokal. Kondisi ini menjadikan Desa Warukapas sebagai ruang pembelajaran yang representatif bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara pembangunan, industrialisasi, pemanfaatan sumber daya alam, dan kehidupan sosial masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didampingi langsung oleh para dosen Jurusan Sosiologi untuk melakukan observasi lapangan, pengumpulan data, serta interaksi dengan masyarakat dan berbagai pihak terkait. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menganalisis isu-isu sosial, ekonomi, dan pembangunan dari perspektif sosiologis, sekaligus meningkatkan sensitivitas mereka terhadap berbagai tantangan sosial yang muncul di tengah masyarakat. Selain menjadi sarana pembelajaran akademik, kegiatan ini juga mempertegas komitmen Jurusan Sosiologi Universitas Sam Ratulangi dalam menghadirkan pendidikan yang berbasis pengalaman lapangan, penguatan riset, dan keterlibatan langsung dengan masyarakat. Kehadiran dosen dan mahasiswa di Desa Warukapas diharapkan dapat membangun hubungan kolaboratif antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pengembangan wilayah berbasis potensi lokal. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan partisipasi aktif dari mahasiswa maupun dosen, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Diharapkan, pengalaman Kuliah Kerja Lapangan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan analisis sosial yang kritis, reflektif, dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan dan perubahan sosial di masa depan.

Berita - Ilmu Komunikasi

Program Studi Ilmu Komunikasi UNSRAT Buka Peluang Bagi Generasi Muda Menjadi Komunikator Profesional

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi serta komunikasi digital. Melalui berbagai inovasi pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa, Prodi Ilmu Komunikasi UNSRAT (Universitas Sam Ratulangi) menjadi salah satu pilihan utama bagi calon mahasiswa baru yang ingin berkarier di bidang komunikasi. Sebagai bagian dari Universitas Sam Ratulangi, Program Studi Ilmu Komunikasi menghadirkan kurikulum yang memadukan teori dan praktik guna menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis dan menarik. Mahasiswa juga dibekali berbagai kemampuan dalam bidang jurnalistik, hubungan masyarakat (public relations), komunikasi digital, penyiaran, periklanan, hingga komunikasi pemasaran. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi menegaskan bahwa pendidikan komunikasi saat ini tidak hanya berfokus pada kemampuan berbicara atau menyampaikan pesan tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu memahami perkembangan media digital, membangun strategi komunikasi yang efektif serta menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat. Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Sam Ratulangi Manado juga memiliki visi yaitu menjadi program studi yang unggul dan berbudaya dalam bidang komunikasi digital berbasis kearifan lokal di Kawasan Indonesia Timur pada tahun 2030. Untuk mewujudkan visi tersebut diharapkan program studi terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Selain didukung oleh tenaga pengajar yang profesional dan berpengalaman, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik, seperti seminar, pelatihan, penelitian, organisasi kemahasiswaan, hingga program pengabdian kepada masyarakat. Berbagai aktivitas tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, kreativitas, dan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan di era modern. Dengan lingkungan belajar yang kondusif dan fasilitas yang memadai , Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sam Ratulangi manado terus berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat yang mampu membawa perubahan yang berkelanjutan. Melalui penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sam Ratulangi mengundang generasi muda untuk bergabung dan mengembangkan potensi diri sebagai komunikator profesional yang siap menghadapi tantangan global serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa. “Bersama Ilmu Komunikasi UNSRAT, wujudkan kreativitas, perluas wawasan, dan raih masa depan yang penuh peluang.”

Berita - Ilmu Komunikasi

Adaptif di Era Digital, Jurusan Ilmu Komunikasi Sukses Selenggarakan Ujian Proposal Secara Daring

Ilmu Komunikasi FISIP UNSRAT — Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memanfaatkan teknologi informasi guna kelancaran pelayanan akademik. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan rangkaian Ujian Proposal Skripsi mahasiswa yang diselenggarakan secara daring (online). Langkah optimalisasi media digital ini diambil sebagai bagian dari transformasi pelayanan siber-akademik yang efisien, adaptif, dan transparan. Meskipun dilaksanakan secara virtual, esensi dan marwah akademik dari ujian proposal tetap terjaga dengan ketat sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Ujian proposal daring ini memanfaatkan platform konferensi video utama seperti Zoom Meeting dan Google Meet. Setiap sesi ujian dihadiri secara lengkap oleh tim dosen penguji, dosen pembimbing, serta mahasiswa yang bersangkutan. Proses pemaparan materi, sesi tanya jawab yang kritis, hingga penentuan kelayakan proposal berlangsung dengan interaktif dan dinamis. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian secara daring memberikan fleksibilitas ruang tanpa mengurangi kualitas penilaian. “Teknologi justru mendekatkan kita pada efisiensi. Melalui ujian daring, proses administrasi, distribusi draf proposal, hingga koordinasi jadwal antara mahasiswa dan dewan penguji dapat berjalan jauh lebih cepat. Fokus kita adalah memastikan mahasiswa tetap mendapatkan masukan substansial yang berkualitas untuk riset mereka,” ujarnya. Pemanfaatan sistem daring ini juga mendapat respons positif dari kalangan mahasiswa. Mereka mengaku lebih percaya diri karena dapat mempresentasikan rencana penelitian mereka dalam lingkungan yang kondusif, serta menghemat waktu dalam mempersiapkan berkas fisik. Rangkaian ujian berjalan dengan lancar berkat dukungan infrastruktur digital kampus dan kesiapan teknis dari seluruh civitas akademika. Dengan keberhasilan ini, Jurusan Ilmu Komunikasi menegaskan kesiapannya untuk terus melahirkan inovasi berbasis digital demi mendukung kelulusan tepat waktu bagi para mahasiswa.

Berita - Ilmu Komunikasi

Genjot Mutu Akademik, FISIP UNSRAT Mantapkan Persiapan Akreditasi Lewat FGD Penyusunan SOP

Ilmu Komunikasi FISIP UNSRAT — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan akademik dan kelembagaan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung agenda penting: “Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Persiapan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi”. Kegiatan yang berlangsung secara intensif selama dua hari pada 5–6 Juni 2026 di Hotel Quality Manado ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, tim penjaminan mutu, serta dosen program studi di lingkungan FISIP UNSRAT. FGD ini dibuka secara resmi oleh Rektor UNSRAT. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa penyusunan SOP yang rigid namun adaptif merupakan fondasi utama dalam menciptakan tata kelola siber-akademik yang transparan, akuntabel, dan prima. “SOP bukan sekadar dokumen administratif di atas kertas, melainkan panduan hidup (living document) yang menjamin setiap layanan kepada mahasiswa, dosen, dan stakeholder berjalan secara konsisten dan berkualitas,” ujarnya. Selain perumusan SOP, fokus utama hari kedua adalah pemantapan strategi dalam menghadapi Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi. Kehadiran asesor internal dalam FGD ini dimanfaatkan untuk membedah instrumen akreditasi serta mengevaluasi kesiapan dokumen LED (Laporan Evaluasi Diri) dan LKPS (Laporan Kinerja Program Studi).     Melalui sinkronisasi data dan pematangan dokumen yang matang dalam FGD ini, FISIP UNSRAT optimis seluruh program studi yang sedang dan akan menghadapi siklus akreditasi dapat meraih predikat “Unggul”.  

Berita - Antropologi

Pelaksanaan Ujian Akhir/ Skripsi Mahasiswa jurusan antropologi sosial fisip unsrat 2026

MANADO — Momentum ujian akhir atau sidang skripsi selalu menjadi indikator penting dalam mengukur arah riset dan perkembangan intelektual mahasiswa di perguruan tinggi. Pada Rabu, 20 Mei 2026, pelaksanaan ujian akhir/ujian skripsi. menunjukkan sebuah pencapaian akademik yang krusial, Ruang sidang bertembok merah hari itu menjadi saksi lahirnya pemikiran-pemikiran kritis baru yang mencoba membedah realitas sosial serta tradisi Nusantara yang kompleks. Ujian yang berlangsung secara tatap muka ini berjalan dengan sangat kondusif, tertib, dan disiplin. Sidang kali ini menarik perhatian karena keberagaman metodologi dan kedalaman objek riset yang diangkat oleh para peserta ujian, yang berfokus pada dinamika sosial perkotaan serta pelestarian adat istiadat Nusantara. ​Rincian Data Mahasiswa dan Judul Penelitian ​Dalam sidang akademik tersebut, terdapat tiga mahasiswa yang memaparkan laporan hasil penelitian mandiri mereka di hadapan dewan penguji: 1. Nama : Theophanny Vicaristy Towely NIM: 220811070003 ​Judul : Komunitas Mahasiswa Pengagum Musik Rock di Universitas Sam Ratulangi Kota Manado ​Kontribusi Akademis: Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam kajian sosiologi kepemudaan dan subkultur kontemporer, dengan menganalisis bagaimana musik cadas bertindak sebagai pengikat solidaritas sosial di lingkungan kampus. 2. Nama : Lia Garanta Nim : 220811070021 Judul : Makna Simbolik Tradisi Ma’Pakande Tomate dalam Kehidupan Masyarakat Toraja di Kelurahan Ba’tan Panga Kecamatan Kesu Kabupaten Toraja Utara Kontribusi Akademis: Riset berbasis antropologi murni ini berhasil mendokumentasikan dan membedah secara semiotik mengenai simbol-simbol transendental dalam ritual penghormatan leluhur pada masyarakat Toraja Utara yang masih eksis di era modern. 3. Nama : Kasih Aprilia Silaen Nim : 220811070008 Judul : Tradisi Mangupa upa Malua Pada masyarakat Batak Toba di kelurahan Lima Puluh Kota Kabupaten Batu Bara Kontribusi Akademis: Studi ini memperkaya khazanah studi etnografi mengenai bagaimana masyarakat urban atau perantauan (Batak Toba di Kabupaten Batu Bara) mempertahankan ritus siklus hidup (life-cycle ritual) sebagai bentuk pertahanan identitas budaya. Suasana Jalannya Sidang Akademik ​Merujuk pada dokumentasi visual di lokasi, jalannya ujian akhir ini menerapkan standar akademis yang ketat. Para mahasiswa hadir mengenakan pakaian formal sidang—kemeja putih, jas, dan dasi hitam—serta berdiri tegak mempresentasikan materi menggunakan bantuan proyektor digital. ​Di sisi lain, dewan penguji yang terdiri dari para dosen senior tampak cermat menyisir lembar demi lembar berkas skripsi, memberikan pertanyaan kritis, serta masukan konstruktif untuk penyempurnaan riset para mahasiswa tersebut. Ruang sidang yang didominasi warna merah ini menjadi saksi bisu perjuangan akhir para mahasiswa dalam menyelesaikan masa studinya. ​Sidang berjalan dengan lancar dan tertib, menandai satu langkah penting bagi para peserta dalam menyongsong kelulusan dan menyandang gelar akademis yang baru. #ujianskripsi #UNSRATmanado #Antropologiunsrat #Fakultasilmusosialdanilmupolitik #fisipunsrat

Scroll to Top